Secara umum belajar
dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu dengan
lingkungan. Jadi perubahan perilaku adalah hasil belajar. Artinya seseorang
dikatakan telah belajar, jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat
dilakukan sebelumnya.
Perilaku mengandung
pengertian yang luas. Hal ini mencakup pengetahuan, pemahaman, keterampilan,
sikap, kemampuan berpikir, penghargaan terhadap sesuatu, minat dan sebagainya.
Setiap perilaku ada yang nampak bisa diamati, dan ada pula tidak bisa diamati.
Perilaku yang dapat diamati disebut penampilan atau behavioral performance.
Sedangkan yang tidak bisa diamati disebut kecenderungan perilaku atau
behavioral tendency.
Pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, sikap dan sebagainya yang dimiliki seseorang tidak
dapat diidentifikasi, karena ini merupakan kecenderungan perilaku saja. Hal ini
dapat diidentifikasi bahkan dapat diukur dari penampilan (behavioral
performance). Penampilan ini dapat berupa kemampuan menjelaskan, menyebutkan
sesuatu, atau melakukan suatu perbuatan. Jadi, kita dapat mengidentifikasi
hasil belajar melalui penampilan. Namun demikian, individu dapat dikatakan
telah menjalani proses belajar, meskipun pada dirinya hanya ada perubahan dalam
kecenderungan perilaku. (De Cecco & Crawford, 1977:178).
Menurut Kimble &
Garmezy, sifat perubahan perilaku dalam belajar relatif permanen. Dengan demikian
hasil belajar dapat diidentifikasi dari adanya kemampuan melakukan sesuatu
secara permanen, dapat diulang-ulang dengan hasil yang sama. Kita membedakan
antara perubahan perilaku hasil belajar dengan yang terjadi secara kebetulan.
Orang yang secara kebetulan dapat melakukan sesuatu, tentu tidak dapat
menghalangi perubahan itu dengan hasil yang sama. Sedangkan orang dapat
melakukan sesuatu karena hasil belajar dapat melakukannya secara berulang-ulang
dengan hasil sama.
Suatu proses belajar
harus bersifat praktis dan langsung, artinya jika seseorang ingin mempelajari
sesuatu, maka dia sendirilah yang harus melakukannya, tanpa melalui perantara
orang lain. Meskipun demikian karena individu itu tidak pernah lepas
hubungannya dengan lingkungan, faktor lingkungan seperti tempat belajar, teman
belajar, dan suasana sekitar dapat berpengaruh terhadap proses daan hasil
belajar.
NAMA : NASRUL AMRI BATUBARA PANGGILAN : AMRI TEMPAT TUGAS : SMK N 1 BANGKINANG - RIAU PENDIDIKAN : S1 TEKNIK ELEKTRONIKA IKIP PADANG SEKARANG: TUGAS BELAJAR S2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Teknologi pembelajaran (instructional technology)
merupakan suatu bidang kajian khusus (spesialisasi) ilmu pendidikan dengan
obyek formal ”belajar”pada manusia secara pribadi atau yang tergabung dalam
suatu organisasi. Belajar tidak hanya berlangsung dalam lingkup persekolahan
(lembaga pendidikan) ataupun pelatihan, melainkan juga pada organisasi misalnya
keluarga, masyarakat, dunia usaha, bahkan pemerintahan. Belajar tidak hanya
dilakukan oleh dan untuk individu, melainkan oleh dan untuk kelompok, bahkan
oleh organisasi secara keseluruhan. Belajar itu ada di mana saja, kapan saja
dan pada siapa saja, mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang
sesuai dengan kondisi dan keperluan atau kebutuhan (Miarso, 2004:193-194). Oleh
karena itu teknologi pembelajaran berupaya untuk memacu (merangsang) dan memicu
(menumbuhkan) belajar. Maksudnya menekankan pada hasil belajar dan menjelaskan
bahwa belajar adalah tujuannya dan pembelajaran adalah sarana untuk mencapai
tujuan tersebut.
Bidang kajian belajar dan pembelajaran ini pada
awalnya digarap dengan mensintesiskan berbagai teori dan konsep dari berbagai
disiplin ilmu lain ke dalam suatu usaha terpadu, atau disebut dengan pendekatan
isomeristik, yaitu menggabungkan berbagai pemikiran atau disiplin keilmuan yang
berkaitan dalam satu kesatuan yang lebih bermakna (Miarso, 2004: 62, 199).
Menurut Donald P. Ely (1983) teknologi pembelajaran meramu sejumlah disiplin
dasar dan bidang terapannya menjadi suatu prinsip, prosedur, dan keterampilan.
Disiplin ilmu yang memberi kontribusi terhadap teknologi pembelajaran adalah:
1) basic contributing discipline, yaitu: komunikasi, psikologi, evaluasi dan
manajemen; 2) related contributing fields, yaitu: psikologi persepsi, psikologi
kognisi, psikologi sosial, media, sistem, dan penilaian kebutuhan (Miarso,
2004: 200). Selain itu juga memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang
psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem (Miarso,
2004: 557).
Setiap teknologi dibangun atas dasar suatu teori
tertentu. Demikian pula teknologi pembelajaran, dibangun atas dasar
prinsip-prinsip yang ditarik dari berbagai teori, diantaranya adalah teori
belajar dan pembelajaran, teori dan teknologi komunikasi, teori dan teknologi
informasi, dan teori ekonomi, dll. Menurut A.A.Lumsdaine (1964) teknologi
pembelajaran merupakan aplikasi dari ilmu dan sains dasar, yaitu: 1) ilmu
fisika, 2) rekayasa mekanik, optik, elektro, dan elektronik, 3) teknologi
informasi dan telekomunikasi, 4) ilmu perilaku, 5) ilmu komunikasi dan 6) ilmu
ekonomi (Miarso (2004:199). Sedangkan menurut Seels & Richey (1994)
beberapa disiplin ilmu lain yang menjadi akar intelektual teknologi
pembelajaran adalah psikologi, rekayasa (engineering), komunikasi, ilmu
komputer, bisnis, dan pendidikan (Miarso, 2004: 200).
Aplikasi atau penerapan teknologi pembelajan dalam
upaya pemecahan masalah pendidikan dan pembelajaran mempersyaratkan minimal
tersedianya hal-hal berikut: a) dukungan teknologi atau infrastruktur, b)
penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan content, c)
dukungan kebijakan (policy) dari pemerintah dan top leader, d) kesiapan
masyarakat pengguna atau user. Sementara itu pemecahan masalah belajar secara emperik
dapat dilakukan dengan berbagai cara, strategi, dan prosedur (Purwanto, dkk.,
2005:17-18).
Konsep pengelolaan merupakan bagian integral dalam
bidang teknologi pembelajaran dan dari peran kebanyakan para teknologi
pembelajaran.
Banyak teknologi pembelajaran memegang jabatan yang
jelas-jelas memerlukan fungsi pengelolaan. Misalnya, seorang ahli yang bertugas
sebagai ahli media pada sebuah sekolah/Perguruan Tinggi. Orang ini bertanggung
jawab atas keseluruhan program pusat media tersebut. Program-program yang
dilakukan oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan tetapi keterampilan dasar
yang diperlukan untuk mengelola program tersebut tetap sama. Keterampilan yang
dimaksud meliputi pengorganisasian program, supervisi personil, perencanaan,
pengadministrasian dana dan fasilitas, serta pelaksanaan perubahan.
Kawasan pengelolaan semula berasal dari administrasi
pusat media, program media dan pelayanan media. Pengelolaan meliputi
pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian dan supervisi.
Secara singkat, ada empat kategori dalam kawasan
pengelolaan: pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem
penyampaian dan pengelolaan informasi.
B. Peran (Fungsi) Kawasan
Mengetengahkan sifat taksonomi dari struktur kawasan.
Tujuan utama dalam membuat suatu taksonomi adalah untuk mempermudah komunikasi.
(Bloom, 1956 : 10-11)
Pesatnya perubahan dan penyesuaian teknologi menuntut
terjadinya alih pengetahuan dari teknologi yang satu kepada yang lain. Tanpa “kemungkinan
dapat ditransfer” ini landasan penelitian harus diciptakan kembali untuk setiap
teknologi yang baru. Dengan mengidentifikasi lingkup taksonomi, kaum akademisi
dan para praktisi dapat memecahkan permasalahan penelitian, dan para
praktisi bersama dengan para teoritisi dapat mengidentifikasi kelemahan teori
dalam menunjang dan meramalkan aplikasi Teknologi Pembelajaran.
C. Hubungan Antar Kawasan
Hubungan
antar kawasan dapat bersifat tidak linier, dengan kata lain bagaimana
kawasan-kawasan tersebut saling melengkapi dengan ditunjukannya lingkup
peneltian dan teori dalam setiap kawasan.
Hubungan
antar kawasan bersifat sinergik. Misalnya : Seorang praktisi yang bekerja
dalam kawasan pengembangan menggunakan teori dari kawasan desain, seperti
teori desain system pembelajaran dan desain pesan.
Hubungan
kawasan dalam bidang bersifat saling melengkapi, setiap kawasan memberikan
kontribusi terhadap kawasan yang lain dan kepada penelitian maupun teori
yang digunakan bersama oleh semua kawasan.
Selanjutnya dikhususkan untuk membahas kawasan
Teknologi Pembelajaran yaitu kawasan Pengelolaan.
D. Deskripsi Kawasan
Pengelolaan
Konsep
pengelolaan merupakan bagian integral dalam bidang teknologi pembelajaran
dan dari peran kebanyakan para teknolog pembelajaran.
Banyak
teknolog pembelajaran memegang jabatan yang jelas-jelas memerlukan fungsi
pengelolaan. Misalnya, seorang ahli yang bertugas sebagai akhli media pada
sebuah sekolah/Perguruan Tinggi. Orang ini bertanggung jawab atas
keseluruhan program pusat media tersebut. Program-program yang dilakukan
oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan tetapi keterampilan dasar yang
diperlukan untuk mengelola program tersebut tetap sama. Keterampilan yang
dimaksud meliputi pengorganisasian program, supervisi personil, perencanaan,
pengadministrasian dana dan fasilitas, serta pelaksanaan perubahan.
Kawasan
pengelolaan semula berasal dari administrasi pusat media, program media
dan pelayanan media.
Pengelolaan
meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi.
Secara
singkat, ada empat kategori dalam kawasan pengelolaan : pengelolaan
proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan system penyampaian dan pengelolaan
informasi.
1.Pengelolaan Proyek
Pengelolaan Proyek meliputi: perencanaan, monitoring,
dan pengendalian proyek desain dan pengembangan. Pengelolaan proyek berbeda
dengan pengelolaan tradisional (line and staff management) karena: (a) staf
proyek mungkin baru, yaitu anggota tim untuk jangka pendek; (b) pengelola
proyek biasanya tidak memiliki wewenang jangka panjang atas orang karena sifat
tugas mereka yang sementara, dan (c) pengelola proyek memiliki kendali dan
fleksibilitas yang lebis luas dari yang biasa terdapat pada organisasi garis
dan staf. Para pengelola proyek bertanggung jawab atas perencanaan,
penjadwalan, dan pengendalian fungsi desain pembelajaran atau jenis-jenis
proyek yang lain. Peran pengelola proyek biasanya berhubungan dengan cara
mengatasi ancaman proyek dan memberi saran perubahan internal.
2.Pengelolaan Sumber
Pengelolaan
sumber mencakup perencanaan, pemantauan, dan pengendalian system pendukung dan
pelayanan sumber. Pengelolaan sumber sangat penting artinya karena mengatur
pengendalian akses. Pengertian sumber dapat mencakup personil, keuangan, bahan
baku, waktu, fasilitas, dan sumber pembelajaran. Efiktifitas biaya dan
justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik penting dari
pengelolaan sumber.
3.Pengelolaan Sistem Penyampaian
Pengelolaan sistem penyampaian meliputi perencanaan,
pemantauan, pengendalian “cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran
diorganisasikan. Hal tersebut merupakan suatu gabungan medium dan cara
penggunaan yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada
pebelajar “(Ellington dan Harris, 1986: 47). Pengelolaan sistem penyampaian
memberikan perhatian pada permasalahan produk seperti persyaratan perangkat
keras/lunak dan dukungan teknis terhadap pengguna maupun operator. Pengambilan
keputusan harus berdasarkan pada kesesuain karakteristik teknologi ddngan
tujuan pembelajaran. Keputusan tentang penngelolaan sistem penyampaian ini
sering tergantung pada sistem pengelolaan sumber.
Pengelolaan sistem
penyampaian; meliputi perencanaan, pemantauan pengendalian “cara bagaimana
distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan” Hal tersebut merupakan suatu
gabungan antara medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam menyajikan
informasi pembelajaran kepada pembelajar. Pengelolaan sistem penyampaian
memberikan perhatian pada permasalahan produk seperti persyaratan perangkat
keras/lunak dan dukungan teknis terhadap pengguna maupun operator.
Pengelolaan ini juga memperhatikan permasalaan proses seperti pedoman bagi
desainer dan instruktur dan pelatih. Keputusan pengelolaan penyampaian sering
bergantung pada sistem pengelolaan sumber.
4.Pengelolaan Informasi
Pengelolaan informasi meliputi perencanaan, pemantauan dan pengendalian
cara penyimpanan, pengiriman/pemindahan atau pemrosesan informsi dalam
rangkatersedianya sumber untuk kegiatan belajar. Pengelolaan informasi penting
untuk memberikan akses dan keakraban pemakai. Pentingnya pengelolaan informasi
terletak pada potensinya untuk mengadakan revolusi kurikulum dan aplikasi
desain pembelajaran. Pengelolaan system penyimpanan informasi untuk tujuan
pembelajaran tetap akan merupakan komponen penting dari bidang Teknologi
Pembelajaran.
Menghubungkan Para Pebelajar Melampaui Ruang Kelas
PENDAHULUAN
:
Pendidikan jarak jauh telah menjadi istilah
yang populer untuk menjelaskan belajar melalui telekomunikasi. Desmon Keegan
(1980) mengidentifikasi elemen yang merupakan kunci bagi definisi formal untuk
pendidikan jarak jauh :
§Pemisihan
fisik pembelajar dari sang guru.
§Program
pengajaran yang terkelola.
§Teknologi
telekomunikasi.
§Komunikasi
dua arah.
Biasanya program
pengajaran disebarkan melalui serangkaian transmisi udara, berkabel, atau yang
dipancar ulang oleh satelit. Para siswa menanggapinya melalui gabungan
transmisi e-mail, faks, telepon, siaran atau komputer (Herring & Smaldino,
2005)
FUNGSI
PENDIDIKAN JARAK JAUH
Penekanan pada belajar siswa, apakah
itu yang berpusat pada guru (teacher centre) atau yang berpusat pada siswa
(students centre), adalah penting dalam suasana pendidikan jarak jauh seperti
halnya dalam ruang kelas tradisional. Terlepas dari teknologi yang digunakan,
mulai dari guru yang hadir langsung hingga konferensi komputer, sebuah sistem
telekomunikasi pengajaran harus menjalankan fungsi-fungsi tertentu agar
efektif.
§Penyajian
informasi. Salah satu unsur standar dalam mata
pelajaran apa pun adalah penyajian beberapa macam informasi. Contoh-contoh yang
umum meliputi hal-hal berikut ini :
·Presentasi
dan demonstrasi guru
·Presentasi
siswa atau kerja kelompok kecil
·Teks
cetak dan ilustrasi (misalnya buku teks, buku petunjuk, materi belajar secara
korespondensi)
·Suara
langsung atau direkam, musik, dan suara lainnya
·Gambar
bergerak penuh (video, CD, DVD)
§Praktik
dengan umpan balik. Guru merangsang kegiatan dalam
berbagai cara seperti yang berikut ini :
·Aktivitas
bertanya dan menjawab (dilakukan selama atau sesuai mata pelajaran)
·Kegiatan
diskusi (selama di kelas atau sebagai PR)
·Ujian
·Kegiatan
kelompok terstruktur (misalnya permainan peran atau permainan)
·Proyek
kelompok
·Tutorial
sesama teman sebaya
§Akses
terhadap sumber daya belajar. Mata pelajaran dan
pelajaran biasanya disusun dengan asumsi bahwa para pebelajar akan menghabiskan
waktu di luar ruang kelas yang bekerja secara individual atau dalam kelompok
kecil dengan materi, mengerjakan PR, tugas, makalah dan sejenisnya. Sumber daya
belajar eksternal mungkin berupa sebagai berikut :
·Material
cetakan (misalnya buku teks, bacaan tambahan, lembar kerja)
·Material
audiovisual (misalnya kaset audio, atau kaset video, sistem multimedia, CD,
DVD)
·Basisdata
komputer (misalnya untuk pencarian online)
·Kits
(misalnya untuk percobaan laboratorium, atau untuk menguji spesimen dari objek
sebenarnya)
·Materi
perpustakaan (misalnya dokumen sumber asli)
MENGAJAR
JARAK JAUH
Ketika
mengajar jarak jauh, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Seorang guru harus
mengatur dan mengurutkan konten karena berkaitan denga hasil, mengetahui sumber
daya apa saja yang tersedia, pengalaman apa yang para siswa telah miliki
terkait dengan sistem yang sedang digunakan, dan apa yang harus para siswa
lakukan untuk menjamin pengalaman belajar yang berkualitas (Dabbagh &
Bannan- Ritland, 2005).
Salah
satu elemen yang sering kali diabaikan dalam belajar jarak jauh adalah akses
yang harus dimiliki para siswa terhadap material sumber daya. Jika seorang guru
menginginkan para siswa terlibat dalam dalam penelitian atau jenis-jenis
kegiatan tertentu, adalah penting bahawa para siswa memiliki akses terhadap
material berkaitan. Misalnya buku-buku di pusat media atau sumber daya
internet. Seorang guru mungkin harus mengubah jenis-jenis kegiatan tertentu
atau membuat penyusunan yang khusus bagi materi-materi untuk dikirimkan ke
ruang kelas dalam jarak jauh. Para siswa yang berada di tempat yang jauh tidak
boleh mengalami kendala dalam belajar karena adanya sumber daya yang terbatas.
Peran
Pendidikan Jarak Jauh
§Peran
Para Siswa
Para siswa harus memahami peran mereaka
dalam pengalaman pendidikan jarak jauh (Simonson, Smaldino, Albright, &
Zvacek, 2006). Usaha-usaha awal yang dilakukan pada jenis pengajaran seperti
ini cenderung melibatkan seorang guru ang hanya berceramah kepada para siswa
yang pasif yang duduk di tempat yang jauh. Dengan kemajuan teknologi interaksi
di antaradua tempat dan beberapa tempat
menjadi mudah. Guru bertanggung jawab untuk mengatur mata pelajaran agar
mendorong interaktivitas dan untuk memandu para siswa mengenai bagaimana
berinteraksidengan tepat. Para siswa
perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dengan
guru dan saling berkomunikasi dengan rekan.
§Peran
Guru
Ketika kita mulai membicarakan guru
dalam ruang kelas pendidikan jarak jauh, adalah penting untuk memikirkan
suasana tersebut dalam situasi baru. Ruang kelas sekarang merupakan serangkaian
ruangan yang terhubung secara elektroniks.
Dalam sebuah lingkungan online, peran
guru mungkin beralih menjadi peran seorang fasilitator dalam belajar ketimbang
secara langsung meminpin kelas. Dengan pendidikan online, seorang guru harus
memastikan bahwa para siswa sepenuhnya memahami tanggung jawab mereka dan
bagaimana mengatur mereka di dalam kelas.
Pengalaman telah membuktikan bahwa dalam
pendidikan, keberhasilan para siswa meningkat ketika guru dan fasilitator
temapt-tempat yang jauh bekerja sebagai sebuah tim. Para siswa belajar lebih
banyak ketika fasilitator temapt jarak jauh melakukan hal-hal berikut ini :
·Mengawasi
dan turut serta secara aktif dalam seluruh program dengan siswa.
·Mendorong
interaksi dengan guru dan sesama siswa.
·Menjawab
pertanyaan pada tempat yang terpisah-pisah.
·Menyelesaikan
secara langsung masalah pengajaran atau disiplin.
·Menyediakan
lembar kerja dan kuis tambahan.
·Bertanggung
jawab mengoperasikan dan mengatasi permaslahan peralatan.
§Peran
Teknologi
Dengan teknologi untuk pendidikan jarak
jauh yang bergantung pada audio dan video, guru mungkin harus mengubah materi
pengajaran yang ada. Para siswa diuntungkan dari visual yang disertakan dalam
pengalaman pengajaran. Visual yang digunakan dalam jenis-jenis situasi
pengajaran lainnya mungkin harus diadopsi untuk digunakan dalam sebuah ruang
kelas pendidikan jarak jauh. Kamera dokumen merupakan alat pengajaran yang
berharga untuk menampilkan visual kepada para siswa dan untuk memperlihatkan
tugas-tugas spesifik, seperti memproyeksikan diagram venn yang dibuat siswa,
membandingkan alat-alat transportasi, menampilkan model 3D sebuah sel, atau
menjelaskan sebuah grafik batang yang memperlihatkan pertumbuhan penduduk dalam
sebuah kota. Program piranti lunak, seperti power point akan mengatur visual
yang akan digunakan dalam salah satu situasi runag kelas televisi atau ruang
kelas biasa. Warna, ukuran dan desain merupakan pertimbangan penting.
AUDIO
DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH
Audio memiliki sejarah yang panjang
dalam memberikan pengajaran jarak jauh. Radio merupakan salah satu teknologi
mula-mula yang digunakan untuk menyampaikan pengajaran jarak jauh. Sementara
saat ini tidak begitu banyak digunakan di Amerika Serk begitu banyak digunakan
di Amerika Serikat, masih ada penerapan radio di bidang pendidikan di lingkup
internasional.
Kunci bagi penggunaan audio yang
berhasil dalam pengajaran adalah dengan mempertimbangkan sumber daya apa yang
tersedia bagi para siswa diberbagai lokasi dan menyadari bahwa audio terkadang
sudah mencukupi untuk menyampaikan pengalaman belajar. Audio merupakan opsi
yang memungkinkan untuk menyampaikan informasi. Sumber daya seperti kaset dan
CD, bisa diposkan kepada para siswa untuk digunakan secara individual atau
sebuah sarana untuk komunikasi dua arah dapat dibuat di antara para anggota
sebuah kelas.
Telekonferensi audio merupakan
pengembangan dari sebuah panggilan telepon sederhana. Kemajuan dalam teknologi
telepon sekarang memungkinkan individual atau kelompok orang di dua atau lebih
lokasi untuk mendengar dan didengarkan dengan jernih dan mudah.
Keuntungan
§Efektif
biaya.
Para guru bisa mengundang seorang ahli
ke dalam kelas untuk terlibat dalam dialog bersama dengan para siswa.
Telekonferensi audio sering kali dianggap cara yang efektif biaya untuk
menyelenggarakan sebuah pertemuan atau sesi pelatihan guru tanpa mengeluarkan
banyak waktu dan uang untuk kepentingan perjalanan.
§Mudah
digunakan.
Telekonferensi audio merupakan bentuk
telekomunikasi yang paling mudah diakses karena menggunakan layanan telepon.
Perusahaan telepon komersial telah memudahkannya untuk membuat telekonferensi
audio dari telepon apapun.
§Interaktif.
Seluruh peserta mendn interaktivitas.
Mereka bisa berbicara kepada guru dapatkan pesan yang sama dn kepada para
pebelajar lainnya.
Keterbatasan
§Kurangnya
informasi visual.
Kurangnya dimensi visual menjadi salah
satu keterbatasan. Ini bisa diatasi dengan menyusun terlebih dahulu materi yang
ada di tempat atau menggunakan sumber daya teknologi untuk menyiarkan visual.
§Audio
yang jelek.
Agar bisa menerima kualitas audio yang
bisa diterima, tiap-tiap tempat penerima harus memiliki perangkat amplifier
mikrofon khusus.
§Menakut-nakuti.
Kurangnya pengalaman dengan jenis
teknologi ini mungkin membuat beberapa pebelajar sedikit enggan turut serta.
Pemaduan
Teknologi audio dapat menjadi alat
pengajaran yang efektif. Bergantung pada kebutuhan siswa, menggunakan teknologi
telekonferensi audio, kaset, dan CD mungkin merupakan cara yang efektif dalam
menyediakan kesempatan belajar jarak jauh.
TELEVISI
DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH
Teknologi
televisi menawarkan banyak jenis kesempatan pengajaran yang berbeda bagi para
pembelajar. Para siswa bisa terlibat dalam pembelajaran mandiri dengan
menampilkan program pada saluran televisi seperti Discovery atau Arts and
Entertainment (A & E).
Format-format
untuk penyampaian televisi dalam pengajaran bergantung pada beberapa jenis
pilihan teknologi dan penyiaran :
§Video
satu arah dan audio satu arah (penyiaran)
§Video
satu arah dan audio dua arah (interaktif)
§Video
dua arah dan audio dua arah (interaktif)
Sistem
Penyebaran Televisi
Dari seluruh penggunaan televisi
dlam bidang pendidikan, penayangan video yang telah direkam sebelumnya
(pre-recorder) atau DVD merupakan yang paling umum. Ada lima jenis utama dari
sistem transmisi televisi satu arah yaitu : penyiaran (broadcast), satelit,
gelombang mikro, sirkuit tertutup, dan serat optik atau kabel.
§Transmisi
Broadcast
Broadcasting, penyiaran gelombang
elektromagnetik yang kuat melalui udara, merupakan sistem penyampaian yang
menjadikan televisi media hiburan rumah terkenal. Perangkat TV standar apapun
dengan sebuah antena bisa secara bebas menerima sinyal-sinyal tersebut. Siaran
merupakan format yang umum baik untuk program televisi komersial maupun publik.
§Transmisi
Satelit
Komunikasi satelit merujuk pada sebuah
perangkat yang mengorbit di luar angkasa yang menerima sinyal dari
stasiun-stasiun di bumi dan memancar ulang sinyal-sinyal tersebut ke
lokasi-lokasi yang jauh.
§Transmisi
Gelombang Mikro
Sinyal televisi gelombang mikro
diudSinyal televisi gelombang mikro diudarakan disepanjang serangkaian menara
untuk menyiarkan program. Gelombang mikro memiliki satu keterbatasan utama :
sinyal yang diudarakan pada frekuensi gelombang mikro tinggi ini bergerak
dipola jalur penglihatan. Akibatnya, cakupan gelombang mikro terbatas pada
daerah dengan jalur pandangan langsung dari menara pemancaran.
§Transmisi
Sirkuit Tertutup
Istilah sirkuit televisi tertutup (CCTV)
merujuk pada sistem distribusi privat yang dihubungkan oleh kabel atau serat
optik. Sinyal CCTV tidak bisa diterima di luar jaringan privat. Keuntungan
utama dari CCTV adalah bahwa sistem semacam itu tidak membutuhkan lisensi
pemerintah dan bisa dipasang dengan bebas oleh lembaga manapun yang ingin
memasangnya.
§Transmisi
Kabel
Konsep siaran program televisi kabel
pertama kali diterapkan secara komersial pada tahun 1950-an dalam sebuah menara
terisolasi, karena interferensi dari sebuah gunung yang menutupi kota,
orang-orang tidak bisa menerima sinyal yang bisa ditampilkan dari stasiun TV
terdekat. Gagasan memiliki satu antena tinggi tunggal ini untuk melayani
seluruh masyarakat membuat proses tersebut dinamakan televisi antena masyarakat
atau CATV, sekarang lebih umum dikenal sebagai televisi kabel.
§Transmisi
Online
Teknologi online (semua bergantung pada
sistem berdasar komputer) telah membuka sederet kesempatan pendidikan jarak
jauhbagi audio dan video. Program piranti lunak, kamera, dan sederet sumber
daya bisa memberikan para siswa pengalaman belajar jarak jauh yang sama seperti
yang digunakan dlam sistem pendidikan jarak jauh yang terdahulu.
OPSI-OPSI
TELEVISI PENGAJARAN
Sebagai salah satu sarana pengajaran
jarak jauh, televisi bisa digunakan dalam berbagai cara. Salah satu
pertimbangan penting dalam memilih format televisi adalah hasil-hasil belajar
bagi para siswa. Apakah tugas mengumpulkan informasi digunakan dalam suasana
kelas tradisional? Jika demikian, maka mungkin program reguler siaran televisi
mungkin bisa memenuhi tujuan yang dimaksud. Atau, apa ada kebutuhan untuk
menyatukan para siswa yang berasal dari tempat-tempat yang berbeda untuk
terlibat dalam suasana belajar aktif? Terdapat beberapa jenis opsi-opsi
teknologi televisi yang mungkin bermanfaat antara lain :
§Broadcasting
Public Broadcasting System berusaha
menawarkan jenis pemrograman alternatif bagi para pemirsa yang tidak dilayani
begitu baik oleh program siaran komersial bagi pemirsa massal. Dalam meraih
subkelompok terpilih, pemrograman televisi publik biasanya tidak memikat para
pemirsa pada skala yang bisa dibandingkan dengan yang ditawarkan jaringan
komersial.
·Televisi
Pengajaran
Program untuk penggunaan langsung di
ruang kelas untuk mencapai tujuan kurikulum tertentu, televisi pengajaran (ITV)
merupakan sebuah acara utama dari jadwal siang hari disebagian besar stasiun
televisi publik. Peran ITV melayani tujuan-tujuan berikut ini :
ØUntuk
membantu guru dalam ruang kelas pada mata pelajaran dimana para siswa mengalami
kesulitan (misalnya : seni, musik, matematika, sains dan kesehatan).
ØUntuk
melengkapi pengajaran ruang kelas dalam mata pelajaran karena sumber daya kelas
yang terbatas mungkin membatasi pembahasan penuh atas kejadian internasional
atau historis.
ØUntuk
menghadirkan rangsangan bagi mata pelajaran, seperti sastra, dimana para guru
sering kesulitan membangkitkan minat dan memotivasi para siswa.
Pendidikan
Sekolah Dasar
Ditingkat Sekolah Dasar, para guru lebih
cenderung menggunakan video yang telah direkam (pre-recorded) atau DVD dari
pada program pengudaraan televisi.
Pendidikan
Menengah dan Sekunder
Ditingkat menengah dan pendidikan
sekunder, siaran televisi bisa menawarkan banyak jenis opsi pemrograman bagi
guru ruang kelas. Para guru bisa memberikan tugas PR yang mengharuskan para
siswa menonton berita sore untuk mendapatkan informasi terbaru secara teratur
mengenai sebuah topik.
·Televisi
Interaktif
Ketika para guru dan siswa menggunakan
televisi dalam cara-cara yang sama dengan ruang kelas tatap muka, fungsi dari
televisi berubah dari benda pengantaran murni menjadi sarana yang memungkinkan
interaksi diantara para siswa dengan guru. Dengan penggunaan berbagai sistem
telekomunikasi, televisi mewakili situasi ruang kelas pada umumnya.
Video
Satu Arah, Audio Dua Arah
Seluruh penyiaran televisi bisa diubah
menjadi sistem komunikasi dua arah dengan menggunakan sebuah perangkat untuk
mengirimkan umpan balik audio kepada sang penyaji. Dalam hal pemancaran
broadcasr, satelit, dan gelombang mikro, kemampuan talkback biasanya
ditambahkan menggunakan alat berupa sebuah telepon untuk menghubungi studio
asal.
Video
Dua Arah, Audio Dua Arah
Televisi yang benar-benar interaktif
dengan komunikasi dua arah baik video maupun audio, atau televisi dua arah
dihasilkan dengan melengkapi baik tempat pengirim dan tempat penerima dengan
kamera dan mikrofon yang saling dikaitkan dengan alat yang mampu melakukan
transmisi dua arah.
Keuntungan
§Sumber
daya ekstra.
Speaker-speaker khusus untuk memperkuat
diskusi kelas atau akses kepada suatu area studi memungkinkan bagi para siswa
untuk mengembangkan pembelajaran mereka.
§Mudah
digunakan.
Sumber daya televisi penyiaran mudah
digunakan digunakan di dalam ruang kelas.
§Belajar
lanjutan.
Para siswa yang membutuhkan tantangan
tambahan dalam belajar atau telah berpindah melampaui apa yang disediakan di
sekolah mereka bisa mengakses tugas mata pelajaran ekstra yang memingkinkan
mereka meneruskan mengembangkan belajar mereka.
§Menggabungkan
media.
Tidak seperti hanya audio, televisi
menyediakan baik informasi audio dan video secara serentak.
Keterbatasan
§Biaya ekstra.
Sistem televisi interaktif mahal untuk
dioperasikan.
§Ketersediaan
ruang kelas interaktif.
Ruang kelas televisi interaktif mungkin
tidak langsung tersedia bagi para siswa.
§Kesesuaian
jadwal.
Jadwal pemrograman televisi mungkin
tidak sesuai dengan kurikulum, artinya para siswa menyimak konten di luar dari
pembelajaran ruang keri pembelajaran ruang kelas mereka.
§Pengalaman
yang terbatas menggunakan sistem.
Banyak guru dan siswa memiliki
pengalaman terbatas menggunakan sistem televisi interaktif.
RANGKUMAN
Pendidikan jarak jauh bukanlah hal
baru. Baik audio dan televisi merupakan sumber daya yang telah digunakan
bertahun-tahun dalam situasi pengajaran jarak jauh. Sejalan dengan kemajuan
teknologi, sumber daya ini semua telah digabungkan ke dalam lebih banyak
kesempatan belajar bagi para siswa. Salah satu keuntungan utama dari memiliki
akses kepada sumber daya audio dan televisi adalah bahwa guru bisa memperkuat
belajar siswa dan membawa sumber daya tambahan ke dalam ruang kelas. Gabungan
antara ruang kelas pada umumnya dan sumber daya pendidikan jarak jauh telah
memungkinkan bagi para siswa dari seluruh tingkat kemampuan untuk meningkatkan
pendidikan mereka.